HARRY ROESLI DAN NYAMUK MALARIANYA
Menurut Wikipedia,Harry Roesli yang
memiliki nama lengkap Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli, (lahir di
Bandung, 10 September 1951 – meninggal di Jakarta, 11 Desember 2004 pada
umur 53 tahun) adalah tokoh dikenal melahirkan budaya musik kontemporer
yang berbeda, komunikatif dan konsisten memancarkan kritik sosial.
Karya- karyanya konsisten memunculkan kritik sosial secara lugas dalam
watak musik teater lenong. Harry berpenampilan khas, berkumis,
bercambang, berjanggut lebat, berambut gondrong dan berpakaian serba
hitam.
Salah satu Karyanya adalah Malaria. Lagu
ini terdapat di album perdana Gang of Harry Roesli bertajuk “Philosophy
Gang” yang dirilis oleh Lion Record Singapore pada tahun 1973. Kalau
kita menelisik karya beliau yang berjudul “Malaria” sangatlah sederhana
di baca dan diketahui para konsumen lagu. Tapi lagu ini sejatinya
mempunyai lirik yang sangat tersirat. Coba saja liat liriknya :
Seprai tempat tidurmu putih
itu tandanya kau bersedih
Mengapa tidak kau tiduri
kau hanya terus menangis
Apakah kau seekor monyetitu tandanya kau bersedih
Mengapa tidak kau tiduri
kau hanya terus menangis
yang hanya dapat bergaya?
Kosong sudah hidup ini
bila kau hanya bicara
Guling bantalmu kan bertanya
“Apa yang kau pikirkan orang?”
Kau hanya bawa air mata dan ketawa
yang kau paksa
Lantai kamarmu kan berkata
“Mengapa nona pengecut?”
Lanjutkan saja hidup ini
sebagai nyamuk Malaria
Sebagai nyamuk Malaria
Sebagai nyamuk Malaria
Sebagai nyamuuukkk..
Lirik ini sangat sederhana sekali,tapi
ternyata mengandung arti yang sangat mendalam tentang nasib negara
indonesia pada waktu itu. Denny Sakrie yang notabene salah satu penulis
dan pengamat musik itu menafsir lagu “Malaria”. Lagu yang sarat
metaphora ini mencuplik episode perang saudara dalam kitab Ramayana
yang memperlihatkan perang antara Pandawa dan Kurawa.Lagu bertajuk
“Barata Yudha” ini sebetulnya memotret negeri kita tercinta :
Indonesia.Pertamakali dirilisdalam bentuk kaset pada album “Gadis
Plastik” di tahun 1977.
Sensitivitas Harry Roesli sebagai
seniman memang setajam pisau.Harry merasa rakyat,sebagai wong
cilik,merupakan makhluk tiada daya sama sekali.Namun,Harry beranggapan
bahwa jangan anggap remeh rakyat kecil.bagi Harry,rakyat kecil memang
tak lebih dari seekor nyamuk,yang sekali tebas langsung mati
terkapar.Namun nyamuk itu adalah malaria,yang mampu mernyebar virus
mematikan dalam arti sebenarnya.
“]
Inilah akang Harry Roesli [ 1951 - 2004
Harry Roesli memang sangat pandai
dan mahir dalam memainkan kata,banyak judul lagu beliau yang saya kagumi
judulnya. Keren dan mengaggumkan.
Berikut Cuplikan Albumnnya
diadopsi dari
http://hiburan.kompasiana.com/musik/2012/12/19/menafsir-lirik-lagu-malaria-harry-roesli-1951-2004-512408.html
http://www.youtube.com/watch?v=toQ5yd9Sz6c