Tampilkan postingan dengan label Nyamuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyamuk. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 April 2014

HARRY ROESLI DAN NYAMUK MALARIANYA

  HARRY ROESLI DAN NYAMUK MALARIANYA
Menurut Wikipedia,Harry Roesli yang memiliki nama lengkap Djauhar Zaharsyah Fachrudin Roesli, (lahir di Bandung, 10 September 1951 – meninggal di Jakarta, 11 Desember 2004 pada umur 53 tahun) adalah tokoh dikenal melahirkan budaya musik kontemporer yang berbeda, komunikatif dan konsisten memancarkan kritik sosial. Karya- karyanya konsisten memunculkan kritik sosial secara lugas dalam watak musik teater lenong. Harry berpenampilan khas, berkumis, bercambang, berjanggut lebat, berambut gondrong dan berpakaian serba hitam.
Salah satu Karyanya adalah Malaria. Lagu ini terdapat di album perdana Gang of Harry Roesli bertajuk “Philosophy Gang” yang dirilis oleh Lion Record Singapore pada tahun 1973. Kalau kita menelisik karya beliau yang berjudul “Malaria” sangatlah sederhana di baca dan diketahui para konsumen lagu. Tapi lagu ini sejatinya mempunyai lirik yang sangat tersirat.  Coba saja liat liriknya :
Seprai tempat tidurmu putih
itu tandanya kau bersedih
Mengapa tidak kau tiduri
kau hanya terus menangis
Apakah kau seekor monyet
yang hanya dapat bergaya?

Kosong sudah hidup ini
bila kau hanya bicara

Guling bantalmu kan bertanya
“Apa yang kau pikirkan orang?”
Kau hanya bawa air mata dan ketawa
yang kau paksa

Lantai kamarmu kan berkata
“Mengapa nona pengecut?”
Lanjutkan saja hidup ini
sebagai nyamuk Malaria

Sebagai nyamuk Malaria
Sebagai nyamuk Malaria
Sebagai nyamuuukkk..

Lirik ini sangat sederhana sekali,tapi ternyata mengandung arti yang sangat mendalam tentang nasib negara indonesia pada waktu itu. Denny Sakrie yang notabene salah satu penulis dan pengamat musik itu menafsir lagu “Malaria”.  Lagu yang sarat metaphora ini mencuplik episode perang saudara dalam kitab Ramayana yang memperlihatkan perang antara Pandawa dan Kurawa.Lagu bertajuk “Barata Yudha”  ini sebetulnya memotret negeri kita tercinta : Indonesia.Pertamakali dirilisdalam bentuk kaset pada album “Gadis Plastik” di tahun 1977.
Sensitivitas Harry Roesli sebagai seniman memang setajam pisau.Harry merasa rakyat,sebagai wong cilik,merupakan makhluk tiada daya sama sekali.Namun,Harry beranggapan bahwa jangan anggap remeh rakyat kecil.bagi Harry,rakyat kecil memang tak lebih dari seekor nyamuk,yang sekali tebas langsung mati terkapar.Namun nyamuk itu adalah malaria,yang mampu mernyebar virus mematikan dalam arti sebenarnya.
“]13559317922122681721
Inilah akang Harry Roesli [ 1951 - 2004
Harry Roesli memang sangat pandai dan mahir dalam memainkan kata,banyak judul lagu beliau yang saya kagumi judulnya. Keren dan mengaggumkan.
Berikut Cuplikan Albumnnya


diadopsi dari

http://hiburan.kompasiana.com/musik/2012/12/19/menafsir-lirik-lagu-malaria-harry-roesli-1951-2004-512408.html
http://www.youtube.com/watch?v=toQ5yd9Sz6c